Terapi Sujok merupakan salah satu metode penyembuhan holistik yang relatif modern namun memiliki dasar filosofi yang kuat. Terapi ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Prof. Park Jae Woo, seorang ilmuwan dan terapis asal Korea Selatan. Istilah Sujok berasal dari bahasa Korea, yaitu Su yang berarti tangan dan Jok yang berarti kaki.
Menurut Prof. Park Jae Woo, tangan dan kaki manusia adalah miniatur dari seluruh tubuh. Konsep ini dijelaskan dalam beberapa buku karyanya seperti “Sujok Therapy” dan “Onnuri Medicine”, yang banyak menjadi rujukan praktisi terapi holistik di berbagai negara. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa setiap organ tubuh memiliki titik refleksi yang saling terhubung melalui sistem energi.
Perkembangan Terapi Sujok semakin pesat setelah diperkenalkan dalam berbagai seminar internasional dan dipublikasikan melalui majalah kesehatan alternatif dan jurnal pengobatan komplementer. Majalah holistik di Asia dan Eropa mulai membahas Sujok sebagai terapi yang praktis, aman, dan mudah diaplikasikan tanpa alat invasif.
Seiring waktu, Terapi Sujok tidak hanya digunakan untuk mengatasi keluhan fisik, tetapi juga dikembangkan untuk membantu keseimbangan emosional dan energi tubuh. Hingga kini, Sujok menjadi bagian dari pendekatan pengobatan holistik modern dan banyak dipraktikkan di klinik terapi sebagai terapi pendamping medis.
